Selasa, 26 April 2011

Kandungan Surat Al-Muzzammil dan Surat Al-Muddassir


Q.S. Al-Muzzammil termasuk dalam surat  Makkiyyah dan Madaniyah. Surat Al-Muzzammil terdiri dari dua bagian yaitu pertama nada, irama, dan isi, sedangkan yang kedua merupakan isi kandungan itu sendiri.
  Nada, Irama, dan Isi :
1.      Tugas dan beban yang serius.
2.      Urusan yang serius.
3.      Kedasyatan yang bertubi-tubi; ucapan yang berat, ancaman yang menakutkan, dan kedasyatan posisi.
 Kandungan :
1.      1. Seruan yang memuat tugas dan beban.
2.       2.   Persiapan untuk memikul tugas dan beban, terdiri dari :
a.       Qiamulalil secara khusus.
b.      Sholat secara umum.
c.       Membaca Al-Quran secara tertil.
d.      Zikir yang penuh kekhusyukan.
e.       Bertawakal kepada Allah.
f.       Menjauhi dan menghindari dengan cara yang baik.
g.      Sabar.
h.      Membiarkan urusan orang-orang para pendusta, biarlah Allah yang menangani mereka.
3.                  3. Isyarat terhadap rahmat dan pengampunan Allah.

Q.S. Al-Muddassir termasuk dalam surat makkiyah. Surat Al-Muddassir terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu:
1. Diawali panggilan Allah kepada Nabi untuk memikul sebuah urusan besar.
   Allah seakan-akan menserabut Nabi Muhammad saw dari keadaan/jalan berselimut ke keadaan/jalan berjihad; Arahan kepada Nabi, agar beliau bersiap-siap dalam urusan yang agung dan taujih kepada Nabi yaitu taujih nabawiyah (Q.S. Al-Muddassir: 1-7).
2. Al-Maqto Al Tsani (Q.S. Al-Muddassir: 8-10), yaitu ancaman dari Alah kepada orang yang mendustakan hari akhir.
3. Al Maqto Al tsalits (Q.S. Al-Muddassir: 11-31), yaitu:
    a.  Tipe/ciri-ciri orang yang mendustakan hari akhir.
    b.  Sebab/penyebab mengapa ia mendapatkan perang dari Allah.
    c. Nasib/perjalanan akhir sang pendusta.

 Tipe orang yang berdusta:
1.         Allah memberikan kekayaan yang banyak kepadanya.
2.         Allah memberikan anak-anak yang masih hidup.
3.         Allah melimpahkan kedudukan dan kenikmatan.
4.         Ia masih menginginkan tambahan kenikmatan yang lebih banyak lagi.
5.         Sangat membangkang kepada ayat-ayat Allah.

4.    Al-Maqto Al Rabi (Q.S. Al-Muddassir: 32-48), yaitu makna neraka syakor.
5.    Al-Maqto Al khamis (Q.S. Al-Muddassir: 49-56), yaitu penyebab takut pada seruan Allah.