Q.S. Al-Muzzammil termasuk dalam surat Makkiyyah dan Madaniyah. Surat Al-Muzzammil terdiri dari dua bagian yaitu pertama nada, irama, dan isi, sedangkan yang kedua merupakan isi kandungan itu sendiri.
Nada, Irama, dan Isi :
1. Tugas dan beban yang serius.
2. Urusan yang serius.
3. Kedasyatan yang bertubi-tubi; ucapan yang berat, ancaman yang menakutkan, dan kedasyatan posisi.
Kandungan :
1. 1. Seruan yang memuat tugas dan beban.
2. 2. Persiapan untuk memikul tugas dan beban, terdiri dari :
a. Qiamulalil secara khusus.
b. Sholat secara umum.
c. Membaca Al-Quran secara tertil.
d. Zikir yang penuh kekhusyukan.
e. Bertawakal kepada Allah.
f. Menjauhi dan menghindari dengan cara yang baik.
g. Sabar.
h. Membiarkan urusan orang-orang para pendusta, biarlah Allah yang menangani mereka.
3. 3. Isyarat terhadap rahmat dan pengampunan Allah.
Q.S. Al-Muddassir termasuk dalam surat makkiyah. Surat Al-Muddassir terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu:
1. Diawali panggilan Allah kepada Nabi untuk memikul sebuah urusan besar.
Allah seakan-akan menserabut Nabi Muhammad saw dari keadaan/jalan berselimut ke keadaan/jalan berjihad; Arahan kepada Nabi, agar beliau bersiap-siap dalam urusan yang agung dan taujih kepada Nabi yaitu taujih nabawiyah (Q.S. Al-Muddassir: 1-7).
2. Al-Maqto Al Tsani (Q.S. Al-Muddassir: 8-10), yaitu ancaman dari Alah kepada orang yang mendustakan hari akhir.
3. Al Maqto Al tsalits (Q.S. Al-Muddassir: 11-31), yaitu:
a. Tipe/ciri-ciri orang yang mendustakan hari akhir.
b. Sebab/penyebab mengapa ia mendapatkan perang dari Allah.
c. Nasib/perjalanan akhir sang pendusta.
Tipe orang yang berdusta:
1. Allah memberikan kekayaan yang banyak kepadanya.
2. Allah memberikan anak-anak yang masih hidup.
3. Allah melimpahkan kedudukan dan kenikmatan.
4. Ia masih menginginkan tambahan kenikmatan yang lebih banyak lagi.
5. Sangat membangkang kepada ayat-ayat Allah.
4. Al-Maqto Al Rabi (Q.S. Al-Muddassir: 32-48), yaitu makna neraka syakor.
5. Al-Maqto Al khamis (Q.S. Al-Muddassir: 49-56), yaitu penyebab takut pada seruan Allah.