Risalah Ta’lim, peninggalan paling berharga Hasan Al Banna, merupakan buah pandang yang bernash dan jitu terhadap perjalanan sejarah, realitas umat, dan pemahamannya yang akurat tentang nash-nash syariat. Risalah Ta’lim terdiri atas mukadimah, dua bagian sub judul; ‘Rukun-rukun bai’at’ dan ‘kewajiban-kewajiban Seorang Mujahid’, dan penutup. Dalam dua bagian ini , Risalah Ta’lim merinci segala sesuatu yang diperlukan oleh setiap pribadi muslaim dewasa ini, agar tidak mengulangi sejarah masa lalu, di samping menjelaskan petunjuk-petunjuk untuk meniti masa depan. Membina angkatan Mujahid dikomentari beberapa bagian dari Risalah Ta’lim. Dalam buku ini dimuat tujuh bab yang isinya membicarakan tokoh Hasan Al Banna dalam kepastiannya sebagai peletak dasar tentang amal islami [gerakan islam] modern, kunci- kunci untuk memahami dakwahnya, tanggung jawab besar dalam dakwah ini, kemudian untuk membahas tujuan, berbagai sarana yang dipergunakan, fase-fase dakwah, pilar-pilar pembinaan kepribadian islam dan kewajiban-kewajibannya. Empat bab terakhir merupakan intisari pembahasan Risalah Ta’lim.
Hasan Al Banna sang peletak dasar teori gerakan Islam telah mengemukakan gagasan yang aplikatif dan dapat diterima muslim, dari awal sampai akhirnya. Hasan Al Banna memadukan antara hukum syariat dengan tuntutan zaman; antara cita-cita yang melangit seorang muslim dengan pandangan realistis yang ada di lapangan; antara kesempurnaan tarbiyah dan ta’lim dan aktivitas politik serta ekonomi; dan lain-lain hal yang memenuhi hajat kaum muslimin dewasa ini. Kesempurnaan yang menyeluruh seperti itulah yang diperlukan. Akan tetapi semuanya harus secara tulus dipersembahkan kepada Allah semata, dan dengan kekuasan Allah. Begitulah cara yang harus ditempuh, atau jika tidak demikian kita dengan seluruh bagian yang ada akan ditenggelamkan.
Hasan Al Banna merupakan pendiri pergerakan Ikhwanul Muslimin [selanjutnya disingkat IM] yang dianugerahi Allah keluasan cara pandang dalam pemikiran dan dakwah. Ada sejumlah prinsip umum dakwah ini agar dengannya kita dapat memahami kunci-kunci lain dari dakwah ikhwan dan permasalahannya.
- IM memahami bahwa dalam islam terdapat tujuan, sarana, khittah, sistem, kaidah-kaidah institusi, undang-undang, dan peraturan yang islami. Dengan itulah IM menginginkan menjadi hizbullah dan tentara sejatiNya.
- Ikhwan pada hakekatnya menegakkan komitmen Islam selain mengakomodasi kepentingan zaman dan jangkauan operasional seluas mungkin.
- Memelihara opini umum, baik di tingkat regional, nasional maupun internasional, merupakan salah satu prinsip Islam, IM berpijak padanya dan memberikan ruang lingkup yang secukupnya untuk memahami dengan benar.
- Ada dua hal yang dapat dicatat berkaitan dengan hal-hal yang dijadikan sebagai pegangan oleh ikhwan. Pertama, ia harus dibenarkan oleh syariat dan kedua ia harus sebanding dengan senjata musuh sehingga dapat mencapai tujuan.
- Prinsip yang menjadi pegangan ikhwan dalam kaitannya prinsip luar negeri adalah prinsip maslahah dengan maslahah, jika ada seseorang yang ingin berhubungan dengan kita atas dasar maslahah namun ditukar dengan prinsip maka harus ditolak.
- Semua wilayah pemerintahan Islam bagi ikhwan harus tunduk pada kekuasaan amirul mukminin dan seluruh perangkat pemerintahan pusat dalam perspektif undang-undang yang berlaku.
- Dalam pemerintahan Islam harus ada sistem sentralisasi untuk urusan global dan desentralisasi untuk urusan detailnya.
Berikut ini beberapa penjelasan tambahan tentang kunci dakwah ikhwan, yaitu:
Pertama hendaknya permasalan dakwah harus dipahami. Ada tiga persoalan yang perlu dicermati dengan baik; memahami dakwah, mendakwakannya, serta mentarbiyah dan menarik orang untuk mendukungnya.
Kedua, dalam dakwah yang harus disentuhkan ke semua orang adalah pembicaraan tentang ruh, jiwa, hati akan dinamika, kebutuhan jiwa akan kebersihan, dan kebutuhan ruh akan pengabdian ikhlas kepada Allah.
Ketiga, dalam konteks pemahaman akan kapasitas intelektual orang yang akan diajak bicara pembicaraan dan dakwah berlangsung.
Tanggung jawab terbesar adalah melakukan tajdid [pembaharuan] dan naql [alih generasi]. Yakni pembaharuan ajaran Islam dan proses perubahan terhadap pribadi muslim dari satu kondisi ke kondisi yang lain dan perubahan umat Islam dari satu fase ke fase yang lain.
- Tentang IM, melalui penjelasa ustadz Hasan Al Banna, ada dua fonomena;
Pertama, ikhwan sebagai sebuah jamaah memusatkan perhatian pada pelayan umum.
Dua, ikhwan sebagai gerakan pembaharuan, inilah fokus terpenting IM.
- Mengubah umat sebagai prolog dari proses mengubah dunia tanggung jawab pertama jamaah adalah membangkitkan perasaan muslim tentang eksistensi keislamannya dan eksistensi jamaah. Dua tanggung jawab ini akan diketahui cara menunaikannya dengan benar setelah Risalah Ta’lim dipahami.
Ustadz Hasan Al Banna mengatakan,’ingatlah selalu bahwa kalian memiliki 2 tugas pokok;
- Membebaskan negeri Islam dari semua kekuasaan asing
- Menegakkan di atas tanah air ini negara Islam yang merdeka, yang memberlakukan hukum-hukum Islam, menerapkan undang-undang sosialnya, memproklamirkan prinsip-prinsip dan nilai-nilainya, dan menyampaikan dakwah Islam dengan bijaksana kepada seluruh umat manusia.
Adapun tingkatan amal yang dituntut dari akh yang tulus adalah;
- Perbaikan diri sendiri
- Pembentukan keluarga muslim
- Bimbingan masyarakat
- Pembebasan tanah air dari setiap pengusa
- Memperbaiki keadaan pemerintah sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik
- Untuk mempersiapkan seluruh aset negeri di dunia ini untuk kemaslatan Islam
- Penegakkan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwa Islam di seantero negeri.
TUJUAN IKHWAN SECARA RINCI
- Individu
Individu muslim yang kita inginkan adalah yang memiliki fisik kuat, mulia akhlaknya, berwawasan luas, giat berusaha, selamat akidahnya, benar ibadahnya, pejuang sejati, menjaga waktunya, tertib urusanya, bermanfaat bagi orang lain, mampu membimbing keluarga untuk menghormati fikrahnya, menjaga tata krama Islam dalam segenap kehidupan rumah tangganya, pandai memilih istri, pandai menjelaskan hak dan kewajiban istrinya, serta pandai mendidik anak-anak dan orang-orang yang berada dalam tanggungannya dengan ajaran Islam.
Ia juga berjuang untuk mengembalikan khilafah yang hilang dan kesatuan yang diidam idamkan, juga berjuang untuk memandu dunia dengan menyebarkan dakwa islam di seantero wilayahnya.
- Rumah tangga
Rumah tangga muslim yang kita inginkan adalah rumah tangga yang suami dan istri di dalamnya mengetahui hak dan kewajibanya masing-masing, lalu mereka komitmen memeliharanya. Pandai mendidik anak-anak dan pembantu rumah tangganya dengan prinsip-prinsip Islam.
- Masyarakat muslim
Adalah masyarakat yang memiliki akal pikiran, hati dan perasaan islami, masyarakat yang beriman dan beramal sholeh dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.
- Pemerintahan
Kita menghendaki tegaknya pemerintahan islami di semua kawasan islam. Tujuan ini memerlukan penjelasan rinci agar tidak terjadi kerancuan dan kesalahpahaman.
Pertama, Hasan Al Banna mengatakan, pemerintahan islam adalah pemerintah yang anggotanya orang-orang muslim, melaksanakan kewajiban, tidak bermaksiat secara terang-terangan dan melaksakan hukum-hukum islam.
Kedua, Hasan Al Banna mengatakan, tidak apa mengunakan orang-orang non muslim jika dalam keadaan terpaksa, yang penting mereka tidak didudukan dalam posisi pemimpin.
Ketiga, Hasan Al Banna mengatakan, Bentuk dan jenis pemerintahan tidak menjadi persoalan sepanjang sesuai dengan kaidah-kaidah umum dalam pemerintahan islam.
- Daulah Islamiyah
Adalah daulah inti. Menurut Hasan Al Banna daulah inti adalah daulah yang memimpin negara-negara Islam dan menghimpun ragan kaum muslimin, mengembalikan keagungannya, serta mengembalikan wilayah yang telah hilang dan tanah air yang dirampas. Maka penjelasan ini pula mencantumkan beberapa kewajiban daulah.
- Tegaknya Daulah dan Khilafah Islamiyah
Hasan Al Banna menyebutkan beberapa kewajiban-kewajiban daulah islamiyah;
- mengamalkan hukum-hukum isalm
- melaksanakan system sosial islam secara lengkap
- memproklamasikan prinsip-prinsip yang tegas ini
- menyampaikan dakwah islam dengan arif bijaksana
Yang perlu dicatat, Hasan Al Banna menganggap proklamasi khilafah secara resmi dilakukan pada tahap-tahap akhir saja demi memperoleh kemaslahatan yang banyak’
- Dunia seluruhnya hanya tunduk kepada Allah SWT
Hasan Al Banna berkata, kemudian daulah islamiyah itu mengibarkan panji-panji jihad dan dakwah, sehingga dunia seluruhnya akan menjadi berbahagia dangan ajaran islam. Daulah islamiyah juga bertanggung jawab untuk menjadi ’guru’ bagi dunia seluruhnya dan menyebarkan dakwah islam sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama itu semata-mata bagi Allah.
Ketujuh hal tersebut diatas saling berkaitan antara yang satu dengan yang lain. Tegaknya suatu negara islam di suatu kawasan merupakan satu tahap untuk menegakkan pemerintah islam inti. Tahapan ini mempersiapkan tahapan berikutnya, yakni kesatuan islam, yang merupakan tahapan menuju tegakknya kekuatan islam internasional, dan ini merupakan tahapan bagi proses selanjutnya.
URAIAN TAMBAHAN
Kesimpulan uraian tambahan dalam bebeapa poin berikut:
- Kita adalah umat yang tidak memiliki kehormatan dan kemuliaan kecuali dengan islam
- Islamlah satu-satunya jalan keluar bagi seluruh persoalan kita
- Hanya dengan islamlah setiap orang terpenuhi kebutuhannya
- Persoalan penjajahan terhadap suatu negara tidak akan terselesaikan kecuali dengan menegakkan panji-panji islam dan mobilisasi jihad
- Kehidupan yang baru akan segera terwujud di dunia ini dengan kehadiran islam
- Islam memberikan keadilan pada seluruh warga negara yang syah di negeri islam dan melarang sikap zalim kepadanya, meskipun dia bukan seorang muslim.
- Penerapan islam bukan berarti pemasungan kenikmatan dunia yang bermanfaat.
- Penerpan islam itulah satu-satunya sarana yang dapat menghimpun kadar produktivitasnya, pembagian kekayaan alam, dan rasa tanggung jawab.
SARANA PADA TUJUAN PERTAMA
Secara umum, sarana untuk membentuk pribadi muslim ini ada tiga, yang harus disatukan agar menghasilakn buah secara utuh yaitu murrabi[pembina], manhaj[sistem], dan lingkungan yang sehat.
Seberapapun cacat yang menimpa salah satunya, ia akan berpengaruh terhadap munculnya cacat dalam proses pembentukan pribadi muslam yang paripurna, kecuali jika pribadi itu mendapatka sentuhan tangan/hidayah Allah secara langsung.
SARANA PADA TUJUAN KEDUA
Sarana untuk mewujudkan keluarga muslim adalah;
- Setiap akh harus memberikan perhatian yang besar terhadap persoalan rumah tangganya
- Jamaah harus memberikan hak sewajarnya bagi aktivitas wanita.
- Setiap akh harus memilih istri yang sholihah.
- Seorang akh seyogyanya diikat dengan anak-anaknya, saudara-saudaranya, juga dengan perangkat-perangkat jamaah.
- Untuk tujuan ini seharusnya jamaah mendirikan unit-unit tertentu guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.
- Jamaah dan individu harus memelihara bersama-sama rumah tangganya dari penyelewengan.
- Jamaah harus menyelenggarakan majelis-majelis untuk wanita di masjid-masjid
- pemimpin harus memberikan perhatian khusus terhadap buku tentang wanita.
- Sedapat mungkin jamaah harus menggalakan pernikahaan di kalangan anggotnya dan mau menikahi para janda.
- Semua ini harus terwujud sebelum dan sesudah tegaknya kekuasaan.
SARANA PADA TUJUAN KETIGA
Tujuan ketiga dari tujuan-tujuan kita adalah terwujudnya masyarakat muslim. Melalui pengadaan halaqoh baik yang umum maupun khusus di tengah masyarakat, melalui penyebaran buku-buku dan ceramah, melalui dialog rutin dengan semua pihak untuk mengingatkan mereka agar berkhitmat pada islam, memberikan pemahaman pada oang-orang non islam agar tidak takut pada islam, melalui pendalaman kepercayaan kepada pribadi dan jamaah kita bahwa ia sangat perhatian pada persoalan umat dan insya Allah dapat mengatasinya, melalui tarbiyah bagi setiap orang yang respek pada dakwah, melalui kreatifitas mewujudkan berbagai model lembaga yang tidak membiarkan seorang muslim pun kecuali pasti mendapatkan kebaikannya dan menjadikan semua arah politik yang menjadikan islam dapat memberikan sesuatu yang banyak bahkan berlebih, kita berharap masyarakat islam akan tegak.
SARANA PADA TUJUAN EMPAT
Jika jamaah ini yang dapat menghipun kekuatan aqidah dan iman, serta kekuatan persatuan dan ikatan menemukan sekelompok orang yang menegakkan islam, maka ia siap menjadi pasukan dan pendukungnya. Namun jika ia tidak menemukannya, ia akan berusaha mencari jalan ideal untuk menegakan islam. Cara itu antara lain di parlemen, selama ini ia dapat menentukan personil ahlul halli aqli
SARANA PADA TUJUAN KELIMA
Sarana yang paling efektif untuk itu adalah menegakkan sebuah Negara islam yang besar, yang memiliki kekuatan pengaruh dalam bidang politik, ekonomi, tekhnologi, di sebagian besar wilayah bumi, atau di Negara yang memiliki wilayah territorial luas.
SARANA PADA TUJUAN KEENAM
Sarananya adalah melangkah di atas mukadimah yang benar, yakni tegaknya kaidah-kaidah yang benar, yang dari sanalah islam di berbagai wilayah bertolak.
SARANA PADA TUJUAN KETUJUH
Cara yang kita pergunakan adalah beraktifitas terus-menerus yang sesuai dan layak untuk memestikan bahwa dunia akan menerima dakwah.
Dalam Risalah ta’lim Hasan Al Banna mengatkan, tahapan dakwa ini ada tiga macam;
- TA’ARIF
Dalam tahap ini dakwah dilakukan dengan menyebarkan fikrah islam di tengah masyarakat. Adapun sistem dakwanya adalah, sistem kelembagaan. Urgensinya adalah kerja sosial bagi kepentingan umum, sedangkan medianya adalah nasehat dan bimbingan sekali waktu, serta membangun berbagai tempat yang berguna di waktu lain, juga berbagai media lainnya.
- TAKWIN
Sistem dakwah bersifat tasawuf murni dalam tataran ruhani san bersifat militer dalam tataran operasional. Slogan utama adalah totalitas ketaatan.
- TANFIDZ
Dakwah dalam tahapan ini adalah jihad, tanpa kenal sikap plin plan, kerja terus menerus untuk menggapai tujuan akhir, dan kesiapan menanggung cobaan dan ujian yang tidak mungkin bersabar atasnya kecuali orang-orang yang tulus.
Risalah Ta’lim adalah risalah gerakan. Risalah ini ditulis salaam rangka menjadi titik tolak setiap akh yang tulus dalam melangkah. Akh yang tulus adalah seseorang yang yakin kepada dakwah san berjanji memberikan apapun yang dibutuhkan olehnya dan komitmen kepada apa yang menjadi tuntutannya.
Selanjutnya mengatakan, wahai ikhwan yang tulus, hafalkan rukun bai’at kita ada sepuluh; fahm, ikhlas, amal, jihad, tadhiyah, taat, tsabat, tajarrud, ukhuwah dan tsiqoh.
Dalam masyarakat islam dikenal dua macam bai’at kepada penguasa muslim untuk mendengar dan taat dan bai’at kepada syikh yang bertaqwa.
Rukun bai’at yang sepuluh adalah keniscayaan untuk menegakkan jamaah islam yang benar pada masa kini. Hal ini menjelaskan bahwa;
- rukun bai’at ini membutuhkan rincian penjelasan yang sesuai dengan zaman sekarang.
- bai’at di masa sekarang diberikan pada pemimpen lokal dari barisan shaf yang benar dengan pemahan bahwa bai’at diberikan kepada orang yang di atas peringkatnya
- shaf yang benar ini, dengan kepemimpinan yang benar pula, adalah dalam rangka menegakkan berbagai kewajiban.
KEWAJIBAN-KEWAJIBAN SEORANG MUJAHID
Hasan AL Banna berkata, imanmu pada bai’at ini mengharuskanmu menunaikan kewajiban-kewajiban berikut, sehingga engkau menjadi batu-batu yang kuat bagi bangunan.
Komentar;
- Kata wajib di atas bukan berarti wajib dalam pengertian syar’i tetapi berarti segala bentuk komitmen dakwah yang dituntut generasi muda masa kini.
- Kewajiban- kewajiban ini menjadi batu bata semakin kuat menjadi komponen bangunan. Ia mencakup kurang lebih semua sisi kepribadian seorang akh yang aktivis.
- Bai’at menuntut kerja yang sesuai dengannya.
Risalah Ta’lim mempunyai kedudukan tersendiri dalam manhaj IM, demikian juga kedudukannya terhadap keanggotaan dalam tubuh jamaah ikwan. Agar pemerhati dari kalangan ikhwan tidak menganggap bahwa Risalah Ta’lim adalah segala sesuatu dalam manhaj atau dalam hal keanggotaan. Beberap sub di bawah ini dijelaskan untuk melengkapi beberapa unsur pokok kepribadian islam yang dikendaki oleh IM.
Pertama, menjelaskan beberapa petunjuk yang harus dipelihara dalam setiap manhaj, tsaqofah, tarbiyah, takwiniyah dalam IM.
Kedua, tahapan-tahapan keanggotaan dan beberapa hal pokok di dalamnya
Ketiga, penjelasan beberapa standar dan pola
Masa pembinaan yang panjang dan penuh kesulitan merupakan proyek besar yang memerlukan tenaga dan potensi umat tanpa memperdulikan godaan-gaodaan di sekeliling kita. Tanpa pembinaan yang sempuran, kita akan tetap jauh dari tujuan, baik yang bersifat nasional maupun internasional. Melalui pembinaan yang sempurna agar orang-orang yang masih memiliki kebaikan dalam dirinya merasa yakin pada pribadi-pribadi kita, menaruh kepercayaan pada jamaah dan percaya pada kebenaran yang diperjuangkan. Hal ini dilakukan semata-mata karena Allah dan hanya untuk Allah.